Bab 55 Kemunculan Awal Ilmu Kedokteran
"Sialan, siapa keparat yang membiarkan orang bodoh ini masuk!"
Su Qingyao merona matanya, memaki dengan geram tanpa memedulikan citranya.
Yang Zhi, berlagak bagaikan pahlawan penyelamat, langsung menarik tirai penyekat di dekatnya.
Kerumunan rakyat yang mengikuti dari luar pintu melihat dengan mata kepala sendiri Su Qingyao mengarahkan pisau ke arah perut buncit wanita hamil itu.
"Cepat, kalian lihat, wanita tidak berguna ini ingin membunuh wanita hamil..."
"Bugh!"
Kata-kata Yang Zhi belum selesai, ia hanya merasakan embusan angin dingin menyapu sekitarnya, punggungnya terasa merinding!
Seketika itu juga, sebilah pisau bedah tipis menempel di lehernya.
Su Qingyao muncul di belakangnya bagaikan bayangan hantu, dengan presisi menotok arteri di lehernya.
"Jika kau berani berani membuka mulutmu sekali lagi, akan kupecahkan nyawamu di tempat!"
Nada suara yang dingin, sarat dengan kemarahan.
Gerakan yang tangkas dan tindakan yang tegas membuat orang-orang lain yang hendak menerobos masuk untuk membuat keributan terhenti seketika.
"Hu Ming, ke mari, todong pria ini. Jika ada yang lain berani maju satu langkah saja, bunuh!"
"Baik, Nona!"
Hu Ming bangkit, tidak lagi meladeni para pria berpakaian hitam itu, lalu berjalan ke hadapan Yang Zhi sambil menghunus pedangnya, mengambil alih posisi dari tangan Su Qingyao dan menjadikannya sandera.
Para pengawal rahasia Kediaman Pangeran Rong tidak pernah menyangka bahwa seorang wanita yang tampak begitu lemah dan rapuh akan memiliki keahlian bela diri seperti ini.
Saat ini, mereka berada di pihak yang dirugikan.
Ditambah lagi Yang Zhi berada di tangan pihak lawan, mereka tentu tidak berani bertindak gegabah.
Kedua belah pihak saling bergeming dalam ketegangan.
Su Qingyao sudah tidak lagi memedulikan mereka dan langsung melangkah masuk ke balik tirai penyekat.
Ia menarik tirai penyekat itu dan bersiap kembali untuk melakukan operasi.
Ia mengeluarkan pisau bedah, mencari titik yang tepat, lalu tanpa ragu menyayat perut Nyonya Mu.
Meskipun ia bukan dokter kandungan, ia tetaplah seorang dokter bedah.
Sayatan ini dilakukan dengan cepat, tajam, dan tepat. Begitu perut terbuka, rongga rahim langsung terlihat di dalamnya.
Ibu Wu memandang Su Qingyao yang kedua tangannya bersimbah darah, kakinya terasa lemas seketika.
Saat Su Qingyao sibuk melakukan operasi pada Nyonya Mu, keributan kembali terdengar dari luar.
Ternyata Mu Xiaoxiao telah memanggil Tuan Besar Keluarga Mu ke tempat itu.
"Kalian tidak boleh masuk ke sini sekarang."
Melihat sekelompok orang asing lainnya hendak menerobos masuk ke Halaman Yihe.
Hu Ming kembali menyesali mengapa ia tidak memanggil kelompok saudaranya dari markas pegunungan.
"Paman ini, dia adalah ayahku, dan orang di dalam itu adalah ibuku."
Setelah penjelasan dari Mu Xiaoxiao, secercah rasa bersalah melintas di wajah Hu Ming: "Tuan Besar, Nona kami sedang melakukan operasi sesar di dalam. Nona telah berpesan, saat ini siapapun tidak boleh masuk."
Mu Hu hampir jatuh pingsan mendengarnya.
Sepanjang hidupnya yang panjang, baru kali ini ia mendengar istilah pembedahan perut untuk mengeluarkan bayi.
Mata yang penuh kekhawatiran serta bibirnya yang gemetar seketika terdiam saat ia melihat sorot mata yang begitu teguh di wajah putrinya.
Sejak melangkah masuk tadi, ia melihat banyak pria berpakaian hitam.
Kini setelah masuk, ia kembali melihat pria berjanggut lebat itu sedang menodongkan pedang ke arah orang lain.
Untuk sesaat, ia belum sepenuhnya memahami situasi yang terjadi.
"Tabib Sakti Yang? Kenapa Anda bisa ada di sini?"
Mu Hu adalah seorang marquis sekaligus menteri yang sangat dipercayai oleh kaisar, sementara Yang Zhi adalah seorang tabib yang sering keluar masuk istana untuk mengobati para penghuni istana, sehingga keduanya tentu saling mengenal.
"Marquis, ternya orang di dalam itu adalah istri Anda, cepat masuk dan selamatkan dia!"
Melihat datangnya seseorang yang dikenalnya, Yang Zhi seketika merasa ada harapan.
"Ada seorang wanita di dalam, dia adalah orang tidak berguna yang sama sekali tidak bisa apa-apa! Sekarang dia sedang memegang pisau yang diarahkan ke perut istri Anda! Meskipun dia bilang ingin membedah perut untuk mengambil bayi, bagaimana mungkin hal semacam itu bisa dilakukan? Terlebih lagi, pihak lain hanyalah seorang gadis cilik ingusan!"
Suara pria itu begitu lantang hingga para rakyat yang berdesakan di luar gerbang halaman turut mendengarnya dan mengangguk menyetujui ucapannya.
"Sejujurnya, operasi sesar ini pasti tidak masuk akal."
"Jika itu dilakukan oleh Tabib Sakti Yang, mungkin aku akan percaya. Tapi jika dikatakan gadis ingusan itu yang melakukannya, aku sama sekali tidak percaya."
"Kenapa?"
"Bukankah kalian lihat gadis itu baru berusia sekitar lima belas tahun, bulu di badannya saja belum tumbuh lengkap, mana mungkin dia mengerti ilmu kedokteran!"
"Aduh, bisa-bisa kali ini menjadi tragedi dua nyawa melayang sekaligus!"
Kerumunan orang terhanyut dalam keheningan.
Setelah mendengarkan perkataan Yang Zhi dan perbincangan orang-orang di sekitar, ekspresi wajah Mu Hu menjadi semakin serius.
"Kamulah yang tidak tahu apa-apa! Kalau bukan karena kakak di dalam yang telah menyelamatkan Ibu di tepi jalan, mungkin saat itu juga Ibu sudah tiada."
Mu Xiaoxiao menatap tajam penuh kebencian kepada lelaki tua menyebalkan di hadapannya itu.
"Kau..."
Yang Zhi dimarahi oleh seorang anak kecil, namun karena menyadari ayah anak itu adalah seorang marquis, ia tidak berani membantah di tempat.
Ia hanya bisa terus menghasut Mu Hu, ingin agar pria itu ikut menerobos masuk bersamanya dan menangkap gadis tersebut.
Menanggapi perkataan Yang Zhi, Mu Hu tidak membantah maupun menyetujuinya.
Saat ini, ekspresi wajahnya sangat serius, tangannya sesekali mengelus janggutnya.
Setelah merenung sejenak, Mu Hu langsung bersuara: "Pengawal, kepung Halaman Yihe ini sekarang juga!"
Mendengar perintah Mu Hu, Yang Zhi menyunggingkan senyuman penuh kemenangan.
Ling Xue, kulihat apakah kau bisa lolos kali ini?
Namun detik berikutnya, orang-orang tersebut sama sekali tidak pergi menangkap Su Qingyao, melainkan mengepung Yang Zhi beserta orang-orang yang dibawanya secara rapat.
Bahkan di lehernya, selain bilah pedang milik Hu Ming, kini bertambah beberapa bilah pedang lainnya yang menempel.
"Tunggu, Marquis, apa maksud Anda ini?" Yang Zhi tampak kebingungan setengah mati.
Mu Hu melirik sekilas ke arah Yang Zhi: "Aku khawatir kalian berulah. Tunggu saja sampai wanita di dalam sana keluar baru kita bicarakan semuanya. Siapa pun yang berani maju dan mengganggu, jangan salahkan aku jika bertindak kejam!"
Ia memang tidak tahu seberapa hebat kemampuan gadis di dalam sana, tetapi pria yang berlagak sebagai tabib sakti di hadapannya ini justru tampak bersorak di atas penderitaan orang lain.
Mu Hu tentu saja sangat mengkhawatirkan keselamatan istrinya.
Namun sepanjang perjalanan tadi hingga detik ini, belum ada satu pun kabar buruk yang terdengar. Ini sudah cukup membuktikan bahwa wanita di dalam sana tidaklah sebodoh seperti yang dikatakan oleh Yang Zhi.
Mu Hu meletakkan kedua tangan di belakang punggungnya dan menunggu dengan tenang.
Waktu berlalu detik demi detik, dan tepat ketika raut wajah setiap orang mulai diliputi ketegangan yang pekat, tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi yang begitu nyaring dari dalam halaman kecil itu.
"Ya ampun!"
"Ya ampun, sudah lahir."
"Ya ampun, itu suara tangisan bayi!"
"Demi Tuhan!"
"Manusia dewa macam apa sebenarnya yang ada di dalam sana? Operasi sesar itu benar-benar berhasil mengeluarkan bayinya?"
Padahal sebelumnya semua orang memandang sebelah mata bahkan ada yang meramalkan kegagalan.
Namun tepat pada detik ketika mendengar tangisan bayi tersebut, secercah senyuman kelembutan tanpa sadar terukir di wajah setiap orang.
Tentu saja, kecuali Yang Zhi beserta para pengawal dan pengawal rahasia Kediaman Pangeran Rong.
"Tidak, ini tidak mungkin, ini pasti palsu."
Kendati demikian, Yang Zhi tetap tidak dapat mempercayai bahwa wanita itu benar-benar menguasai ilmu kedokteran.
"Sudah lahir, benar-benar sudah lahir!"
Mu Hu yang sedari tadi mondar-mandir dengan gelisah di luar pintu.
Begitu mendengar tangisan bayi, senyuman lembut terbersit di balik wajahnya yang tadinya kaku dan serius.
Di dalam ruangan, bayi baru saja lahir, dan Su Qingyao memotong tali pusat bayi tersebut.
Namun, karena bayi itu terlalu lama kekurangan oksigen di dalam perut ibunya, saat dilahirkan matanya tertutup rapat dan tidak menunjukkan respons sama sekali.
Ia lantas melakukan pijatan dada serta pernapasan buatan pada bayi itu, barulah nyawa si kecil berhasil diselamatkan.