Bab 151: Dendam Generasi Sebelumnya
Kehidupan Qin Xiangbei sangat berkecukupan. Ia tinggal di sebuah kompleks vila yang tenang di tengah keramaian pusat Kota Rongcheng. Kompleks tersebut dipenuhi dengan vila-vila bergaya Eropa seragam, dan ia bahkan mempekerjakan seorang pengurus rumah tangga untuk mengurus urusan sehari-hari.
Qin Xiangbei membawa Qin Long dan Tang Hao'er masuk ke dalam vila, "Anggap saja seperti rumah sendiri, tidak usah sungkan. Begini saja, kalian berdua sebaiknya batalkan saja kamar hotel dan tinggal di sini. Di rumah hanya ada aku dan si gadis Qin Jie, tempatnya sangat luas, kalian mau tinggal berapa lama pun silakan."
Qin Long bertanya dengan heran, "Kakek tidak tinggal bersama putra Kakek?"
Qin Xiangbei berkata dengan nada jengkel, "Anak sialan itu dan istrinya beremigrasi ke Prancis, setahun belum tentu pulang dua kali. Untungnya cucu perempuanku penurut dan mau tinggal menemaniku, kalau tidak, bahkan jika aku mati di ruangan ini pun tidak akan ada yang tahu."
Qin Long tersenyum geli. "Kalau begitu, kenapa Kakek tidak ikut beremigrasi bersama mereka?"
Qin Xiangbei tertawa. "Tulang-tulangku sudah tua, aku tidak mau ikut-ikutan repot bersama mereka. Kalian berdua duduklah sesuka hati, aku akan minta pengurus rumah tangga memasak beberapa hidangan lezat untuk makan siang, kita berdua bisa minum bersama."
Tang Hao'er baru saja masuk dan sudah terpikat oleh berbagai macam barang antik yang dipajang di sekeliling vila. Setelah beberapa saat, Tang Hao'er memandang Qin Xiangbei dan bertanya, "Kakek, bolehkah aku berkeliling melihat-lihat?"
Qin Xiangbei tertawa ramah. "Silakan lihat-lihat sesuka hati. Jika ada yang kamu sukai, ambil saja beberapa potong untuk dibawa pulang. Benda-benda ini tidak dibawa saat lahir dan tidak dibawa saat mati, pada akhirnya toh harus diwariskan."
Qin Long tersenym. "Mana boleh begitu. Melihat semangat Kakek, Kakek pasti akan berumur panjang sampai seratus tahun. Nanti saat itu tiba, aku dan Hao'er akan datang mengunjungi Kakek bersama anak cucu kami."
"Membawa cucu kalian untuk datang mengunjungi Kakek? Bocah sialan, kamu bahkan belum tahu di mana anakmu berada tapi sudah menggunakan cucu untuk membujuk orang tua ini. Mulut manismu itu sama sekali tidak mirip kakekmu, orang tua bangkotan itu benar-benar bagaikan seekor dinosaurus T-Rex, pergi ke mana pun tidak akan pernah mau rugi." Qin Xiangbei tertawa terbahak-bahak.
Tang Hao'er tidak bisa menahan tawa kecilnya sambil merangk lengan Qin Long dan memandang Qin Xiangbei. "Kakek, apakah Kakek tahu apa julukan Da Long di pulau kami?"
"Apa?"
"Julukannya di pulau adalah T-Rex seperti yang baru saja Kakek sebutkan."
Qin Xiangbei tertegun sejenak, lalu tertawa terbahak-bahak. "Bocah sialan, pantas saja kubilang kamu dan kakekmu itu berwatak sama. Kakekmu dulu adalah tipe orang yang langsung tersulut begitu disulut api. Ada seorang pria bermarga Tang di Beijing yang menggeluti bidang barang antik, dulu pernah kepalanya dihantam batu bata oleh kakekmu sampai hampir merenggut nyawa bocah itu."
Ingatan Qin Xiangbei masih tertinggal pada puluhan tahun lalu, dan pria muda dari masa lalu itu kini telah menjadi lansia renta sepertinya. Jika tidak, mustahil baginya untuk langsung mengenali kesamaan antara Qin Long saat ini dan Qin Xiangyang puluhan tahun yang lalu.
Namun, setelah mendengar Qin Xiangbei menceritakan bagaimana Qin Xiangyang memecahkan kepala seorang bermarga Tang di Beijing dengan batu bata di masa lalu, ekspresi wajah Qin Long dan Tang Hao'er langsung berubah.
Tang Hao'er berdiri dan berpura-pura santai sambil berkata kepada Qin Xiangbei, "Kakek, silakan ngobrol dulu dengan Da Long, aku mau jalan-jalan melihat-lihat sebentar."
Qin Long langsung meraih tangan mungil Tang Hao'er, lalu memandang Qin Xiangbei dan bertanya, "Kakek, orang Beijing bermarga Tang yang Kakek maksud itu, apakah namanya Tang Mexuan?"
Qin Xiangbei berseru kaget, "Kamu juga tahu tentang Tang Mexuan?"
Qin Long berdehem pelan, lalu menarik Tang Hao'er untuk duduk kembali. Sambil menatap Qin Xiangbei dengan terus terang, ia berkata, "Kakek, Tang Mexuan adalah kakek dari pihak ibu Hao'er."
"Ah?" Qin Xiangbei tertegun lama sekali, lalu bertanya, "Lalu kenapa gadis ini bermarga Tang? Apakah ayahnya juga bermarga Tang?"
Tadi di pasar barang antik, karena Tang Hao'er bertanya tentang Mata Dewa, Qin Long memperkenalkan bahwa keluarga kakek Tang Hao'er juga berbisnis barang antik. Pengenalan itu telah menyesatkan Qin Xiangbei; ia sama sekali tidak menghubungkan marga Tang pada Tang Hao'er dengan Tang Mexuan.
Qin Long menatap Qin Xiangbei dan berkata, "Hao'er menggunakan marga ibunya."
Qin Xiangbei seketika paham. Ia menatap Tang Hao'er sejenak, lalu mengalihkan pandangannya dengan cering ke arah Qin Long, seolah bertanya melalui tatapan mata: *Bagaimana bisa kamu menikahi cucu perempuan Tang Mexuan?*
Qin Long menggenggam erat tangan mungil Tang Hao'er, lalu berkata kepada Qin Xiangbei, "Kakek, aku dan Hao'er tumbuh bersama sejak kecil, bisa dibilang kami adalah teman masa kecil. Biarpun dulunya ada dendam apa pun antara kakek Hao'er dan kakekku, itu tidak akan memengaruhi perasaan di antara kami berdua."
Qin Xiangbei memandang Qin Long dan bertanya, "Apakah Tang Mexuan tahu bahwa kamu adalah cucu Xiangyang?"
Qin Long mengangguk. "Semula tidak tahu. Beberapa waktu lalu saat ulang tahun ke-sembilan puluh nenek Hao'er, kakek Hao'er tanpa sengaja melihat batu giok milikku ini, lalu ia jadi tahu."
"Lalu?" Qin Xiangbei mendesak bertanya.
Qin Long tersenyum masam. "Aku diusir keluar dari rumah."
"Pantas saja, itu ulahmu sendiri." Qin Xiangbei langsung membalas Qin Long tanpa sungkan, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Tang Hao'er, yang kini tidak lagi tampak ramah seperti saat pertama kali mereka bertemu.
Tang Hao'er menatap Qin Xiangbei dengan perasaan canggung. "Kakek, aku benar-benar tidak tahu tentang masa lalu antara kakekku dan kakek Da Long..."
Qin Xiangbei melambaikan tangannya ke arah Tang Hao'er dan berkata, "Saat itu bahkan ibumu belum lahir. Urusan antar-generasi terdahulu tidak ada hubungannya denganmu, hanya saja aku merasa agak terkejut karena kalian berdua bisa berakhir bersama."
Qin Long menggenggam tangan Tang Hao'er semakin erat. Meskipun ia tahu bahwa tidak ada orang atau hal apa pun yang dapat memengaruhi hubungannya dengan Hao'er, ia tetap khawatir faktor-faktor eksternal ini akan membuat Tang Hao'er merasa terbebani.
Ia mempererat genggaman tangannya, menggunakan tindakan untuk mengatakan kepadanya: *Ada aku di sini.*
Qin Xiangbei menghela napas, lalu menatap mereka berdua sambil merenung dan berkata, "Meskipun bertahun-tahun telah berlalu dan aku seharusnya tidak mengungkit luka lama ini, jujur saja dari lubuk hatiku, kakekmu itu benar-benar bukan orang baik. Dia bahkan merencanakan siasat untuk merebut pusaka keluarga keluarga Qin kami, dan setelah kejadian itu masih menfitnah Xiangyang dengan melemparkan kotoran padanya, mencitrakan dirinya sendiri sebagai pahlawan yang melindungi harta kekayaan negara. Sebaliknya, Xiangyang justru difitnah sebagai pencuri yang berniat merampas harta negara dengan cara ilegal, yang tidak hanya membuat Xiangyang kehilangan pekerjaannya saat itu, tetapi juga mendekam di penjara selama tiga tahun. Setelah keluar dari penjara, Xiangyang mendatangi kakekmu, namun kakekmu sama sekali tidak berani menemui Xiangyang, hingga akhirnya Xiangyang mencegatnya di depan pintu dan menghantamnya dengan batu bata. Untung saja kakekmu lari dengan cepat, kalau tidak, demi temperamen Xiangyang saat itu, kakekmu mungkin tidak akan bisa hidup sampai hari ini."
Tang Hao'er sedikit mencibirkan bibirnya. Dengan perasaan canggung dan wajah memerah, ia berdiri lalu membungkuk hormat kepada Qin Xiangbei. "Maafkan kami."
Tang Hao'er melakukan itu untuk mewakili Tang Mexuan dalam meminta maaf kepada generasi terdahulu.
Qin Xiangbei melambaikan tangannya dengan sedikit tidak sabar dan berkata, "Sudah kubilang urusan ini tidak ada hubungannya denganmu. Bertahun-tahun telah berlalu, dan Xiangyang juga sudah tiada, jadi urusan ini tidak perlu diungkit lagi kedepannya."
Qin Xiangbei berdiri dan memandang Qin Long. "Nak, ikut aku ke ruang kerja sebentar."
Tang Hao'er tahu bahwa Qin Xiangbei pasti memiliki hal yang ingin dibicarakan secara empat mata dengan Qin Long. Mungkin sebelum Qin Xiangbei tahu bahwa dirinya adalah cucu perempuan Tang Mexuan, ia tidak akan menghindarinya, namun situasinya sekarang sudah berbeda.
Tang Hao'er melepaskan tangan Qin Long, lalu tersenyum santai dan berkata, "Pergilah bersama Kakek, aku mau jalan-jalan melihat-lihat sendiri."
Qin Long memeluk Tang Hao'er sejenak dan berbisik, "Jangan berjalan sembarangan, tunggulah aku."
Tang Hao'er bergumam mengiyakan sambil mendorong tubuh Qin Long pelan. "Aku tahu, cepatlah sana."
Sebenarnya Tang Hao'er terlalu banyak berpikir. Bahkan jika ia bukan cucu perempuan Tang Mexuan sekalipun, apa yang hendak dikatakan oleh Qin Xiangbei kepada Qin Long selanjutnya tetap tidak akan diucapkannya di depan Tang Hao'er.
Qin Long mengikuti Qin Xiangbei naik ke lantai dua. Qin Xiangbei mendorong pintu ruang kerja, mengucapkan sepatah kata "masuklah", lalu melangkah masuk terlebih dahulu.
Qin Long mengikuti di belakangnya sambil menutup pintu. Ketika melihat penataan di dalam ruang kerja Qin Xiangbei, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum masam secara diam-diam.
Ruangan kerja tersebut sangat penuh sesak. Di dalam lemari buku, di dalam rak dinding, dan di atas meja tulis, semuanya dipenuhi dengan barang antik. Di tengah-tengah ruang kerja bahkan diletakkan sebuah Ding perunggu yang biasanya hanya bisa dilihat di museum. Koleksi barang antik di dalam ruangan ini tampak jauh lebih banyak daripada yang dipajang di tokonya di Pasar Barang Antik Xianrenqiao, dan sangat jelas bahwa tingkat kualitas barang antik di ruangan ini jauh melampaui barang-barang yang dipajang di tokonya entah berapa tingkat.
Belum lagi hal lainnya, bayangkan saja berapa nilai harga benda-bendar ini!
Melihat Qin Long telah menutup pintu ruangan, Qin Xiangbei menatap Qin Long yang tampak tercengang, lalu bertanya, "Da Long, apakah cacing itu masih ada? Bagaimana kondisinya sekarang, apakah dia masih tidur?"
"Ah?" Qin Long tertegun.
Cacing Pemakan Emas adalah rahasia terbesar keluarga Qin yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi—hanya diwariskan kepada anak sulung dan bukan yang bungsu, diwariskan kepada putra dan bukan putri. Bahkan anggota cabang sampingan keluarga Qin dari generasi ke generasi pun tidak mengetahui keberadaan Cacing Pemakan Emas tersebut, namun Qin Xiangbei justru mengetahuinya, bahkan mengetahui kebiasaan cacing itu yang suka tidur.
Qin Xiangbei mendengus. "Kakekmu itu segalanya memang baik, hanya saja ia tidak bisa mengontrol perilakunya saat mabuk, apa pun dibicarakannya jika sudah mabuk. Aku dan Tang Mexuan bisa mengetahui rahasia Cacing Pemakan Emas adalah akibat kakekmu yang mabuk berat. Tidak hanya itu, tahun itu kakekmu bahkan mengeluarkan surat keluarga peninggalan para leluhur untuk diperlihatkan kepada kami berdua, bahkan membocorkan tentang pencarian harta karun pemulihan Dinasti Song Selatan selama beberapa generasi. Saat itu aku berusaha sekuat tenaga menghentikan kakekmu namun tidak bisa, aku bahkan ingin menyumbat mulut busuknya itu. Akibatnya, Tang Mexuan malah mengincar cacing pusaka warisan turun-temurun keluarga Qin kita, yang kemudian berujung pada kakekmu yang dipenjara, dan kakekmu yang memukul Tang Mexuan dengan batu bata."
Baru pada saat itulah Qin Long benar-benar memahami dendam antara kakeknya dan Tang Mexuan. Ia menghela napas panjang dan berkata, "Cacing, keluarlah. Kakek bukanlah orang lain, biarkan beliau melihatmu."
Qin Xiangbei sontak membelalakkan matanya yang lebar, menatap Qin Long dengan rasa tidak percaya dan bertanya, "Kamu sedang... kamu sedang berbicara dengan cacing itu? Di mana dia?"
Qin Long berdehem canggung. "Kakek, dia ada di depan mata Kakek. Cacing, jangan buat ulah, hinggaplah di jari Kakek agar Kakek bisa melihatmu dengan jelas."
Di bawah tatapan mata Qin Xiangbei yang terbelalak, tampak seekor kumbang kecil berkilau keperakan mengepakkan kedua sayapnya dan hinggap di ujung jarinya. Ukurannya tampak tidak jauh lebih besar dari sebutir biji wijen.
Lingkar mata Qin Xiangbei seketika memerah. "Itu dia, benar-benar dia. Dulu saat kakekmu memperlihatkannya kepada aku dan Tang Mexuan, wujudnya persis seperti ini. Puluhan tahun telah berlalu namun dia sama sekali tidak tumbuh besar..."
Cacing Pemakan Emas berdiri dengan rasa tidak puas sambil merentangkan kedua sayapnya: *Orang tua, perhatikan baik-baik Kakek Cacingmu ini. Kakek Cacingmu sekarang sudah naik tingkat ke tingkat pertama, tahu!*
Qin Xiangbei tidak bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Cacing Pemakan Emas, namun Qin Long sudah membelalakkan matanya. "Bodoh, bersikaplah lebih hormat kepada Kakek. Hebat sekali kamu sudah naik tingkat pertama? Kamu masih sangat jauh dari tingkat ketujuh."
Cacing Pemakan Emas seketika mengempis, dengan patuh melipat kembali sayapnya dan merayap turun.
*Tingkat ketujuh... aku juga ingin! Dalam legenda, Cacing Pemakan Emas tingkat ketujuh dapat hidup abadi bersama langit dan bumi, memiliki kekuatan gaib yang besar untuk mengubah langit dan bumi. Leluhur terhebat kita di masa lalu pun hanya mencapai tingkat kelima, dan dikabarkan leluhur terhebat itu sudah mampu membuat burung Kunpeng lari terbirit-birit karena ketakutan... Tingkat ketujuh, keberadaan yang bagaikan mitos!*
Melihat Cacing Pemakan Emas tampaknya benar-benar bisa memahami perkataan Qin Long, Qin Xiangbei tidak dapat menahan rasa herannya dan bertanya, "Apakah dia bisa mengerti apa yang kamu katakan?"
Qin Long tersenyum dan berkata, "Dia telah menyerap darah cinnabar di antara kedua alisku, jadi aku bisa berkomunikasi dengannya menggunakan bahasa dan pikiran."
"Luar biasa sekali!" Qin Xiangbei berseru dengan mata yang berbinar-binar. Ia mengamati Cacing Pemakan Emas di ujung jarinya dengan rasa kagum yang teramat sangat. Sesaat kemudian, ia mengalihkan pandangannya kepada Qin Long dan bertanya, "Da Long, kemampuan khusus apa yang dimiliki cacing pusaka ini?"
Qin Long tersenyum. "Makhluk ini hampir memiliki tubuh yang abadi, dipukul dengan palu pun tidak akan mati, dipanggang, digoreng, atau direbus tidak mempan padanya, bisa terbang ke langit dan menyelam ke bumi, serta dapat bergerak leluasa di dalam air. Dan yang lebih penting lagi, makhluk ini adalah Raja Segala Cacing yang sejati. Semua cacing di dunia ini harus mematuhi perintahnya dan tidak ada yang berani membangkang."
Qin Xiangbei terkejut hingga berseru spontan, "Begitu hebatnya!"
Cacing Pemakan Emas di ujung jarinya kembali berdiri dengan angkuh dan merentangkan kedua sayapnya.