“Masihkah Anda resah harus berdesak-desakan di kendaraan setiap hari? Hari ini aku ajarkan padamu cara menyeberangi sungai hanya dengan sebatang alang-alang.” “Masihkah Anda gelisah akan wajah yang menua? Ilmu Panjang Usia Tak Lekang oleh Waktu, layak untuk Anda miliki.” “Masihkah Anda murung karena tubuh lemah dan napas pendek? Mari, pelajari Ilmu Pengubah Otot dan Sumsum ini, aku jamin pinggang Anda tak lagi pegal, kaki tak lagi nyeri, dan seluruh diri Anda seketika menjadi penuh vitalitas.” Maka, seluruh ruang siaran langsung pun terdiam sunyi. Sebuah departemen tertentu berkata, “Tindakan Anda menyebarkan ilmu beladiri secara bebas telah mengacaukan ketertiban masyarakat...” Xiao Yu tersenyum penuh misteri, melayang di udara dengan pedangnya, “Jadi, apakah kalian ingin belajar menjadi seorang kultivator?” Seketika, seluruh dunia pun bergemuruh. (Ps: Aku yang begitu bosan ini, ternyata masih berani membangun grup chat. Maafkan aku, nomor grup 574228429, yang ingin bergabung silakan~~gugu~~(╯﹏╰)b) Label khusus dari penulis: Teknikal, penuh perhitungan
"Baiklah, siaran langsung hari ini sampai di sini saja. Sampai jumpa besok, cinta untuk kalian semua, muach~."
Melirik sekilas pada beberapa ucapan selamat malam yang melintas di ruang siar langsung, senyum cerah di wajah Xiao Yu tetap tak berubah. Ia melambaikan tangan, lalu mematikan siaran malam itu.
Xiao Yu, dua puluh empat tahun usianya, baru setahun lulus dari universitas. Kedua orang tuanya telah meninggal dunia dalam kecelakaan mobil dua tahun silam, tanpa sempat meninggalkan sepatah pesan pun, pergi berdua meninggalkan dirinya, hanya mewariskan sebuah rumah dan sejumlah uang santunan yang tidak bisa dibilang banyak.
Selepas wisuda, ia mendapat pekerjaan sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan kecil. Gajinya tak seberapa, namun pekerjaannya menumpuk. Ditambah atasan yang kejam dan rekan kerja yang dingin, akhirnya ia yang terbakar emosi memilih berhenti begitu saja—
Memang, langkah itu terasa bebas, hanya saja sayang setengah bulan gajinya yang belum sempat diambil.
Orang tua telah tiada, mau menjadi benalu masyarakat pun tak punya kesempatan—menikmati warisan, lama-lama juga akan habis dan akhirnya mati kelaparan. Maka, setelah seminggu gila-gilaan bersenang-senang, ia mulai memutar otak, mencari cara untuk menyambung hidup.
Akhir-akhir ini, siaran langsung di internet kian marak. Sering terdengar kabar “seorang host siaran langsung berpenghasilan ratusan juta per bulan,” dalam sekejap bisa “jadi CEO, menikahi gadis kaya nan jelita, menapaki puncak kehidupan.”
Xiao Yu pun tak tahan untuk ikut mencicipi k