Zheng Lang memelihara seekor kucing hitam. Kucing hitam itu mengklaim dirinya berasal dari peradaban tinggi, dan merupakan sebuah mesin pencetak informasi holografis; selama ada model informasi, ia dapat mencetak benda apa pun. Zheng Lang bertanya, “Kalau begitu, apakah Kakak Cang bisa dicetak?” Kucing hitam menjawab, “Secara teori bisa, tetapi kau harus menangkapnya terlebih dahulu, lalu memindainya menjadi berkas model.” Begitulah, Zheng Lang terbujuk untuk menapaki jalan penuh omong kosong: mengumpulkan kembali komponen kucing hitam dan membangkitkan peradaban tinggi.
Malam telah larut, namun Zheng Lang masih terjaga. Ia mengambil buku favoritnya, lalu meletakkannya di atas semangkuk mi instan. Tak lama kemudian, aroma mi yang menggoda mulai menguar memenuhi seluruh ruangan. Betapa harum baunya! Zheng Lang menelan ludah, lalu kembali menekuni pembuatan PPT.
Zheng Lang bekerja di sebuah perusahaan ekspor-impor. Besok pagi, ia menghadapi sebuah presentasi yang amat penting; para pimpinan dari perusahaan induk akan hadir, dan ia mewakili cabang untuk memaparkan laporan. Sebagai pegawai biasa, kesempatan ini sangatlah langka, berkat rekomendasi kuat dari manajernya, Yue Zihuan.
Menelan ludah sekali lagi, Zheng Lang berpikir, “Hmm, setelah presentasi selesai, aku harus mentraktir Kakak Yue semangkuk mi instan yang lezat. Eh, salah bicara, bukan sekadar mi instan—harus mi udang dan belut!”
Seekor kucing hitam melompat ke atas meja kerja, berjalan mondar-mandir di depan laptop Zheng Lang. Kucing ini ia temukan beberapa hari lalu di bawah apartemennya. Saat itu, Zheng Lang baru menerima gaji dan berniat memanjakan diri dengan membeli ikan gurame segar; kucing itu pun mengikuti Zheng Lang pulang.
Kucing itu seluruhnya berwarna hitam, hanya matanya biru, dan ujung keempat kakinya berwarna putih, seolah menginjak awan. Anehnya, berdasarkan pengalaman Zheng Lang, ia tak mampu menebak jenis kelamin kucing ini—bagian bawahnya benar-benar kosong.
Kucing itu tidak takut manusia, malah sangat pandai bermanja. Jelas ia dulu pernah dipelihara orang; hari itu, ia terus menggosok-gosokkan tubuhnya ke kaki Zheng Lang, matanya