Konon terdapat sebuah kitab suci yang memiliki kekuatan menaklukkan seratus siluman, membawa keselamatan bagi segala makhluk. Namun, seiring berlalunya waktu, kitab itu telah lama terlupakan oleh dunia. Hanya seorang pendeta muda bernama Yun An, yang menuruti titah untuk turun gunung, memulai perjalanannya demi mencari kitab tersebut. Di saat dunia diliputi kekacauan siluman, batas antara manusia dan arwah kian memudar. Dapatkah tekad untuk membasmi kejahatan dan menumpas siluman tetap tak tergoyahkan? Kala roda takdir kembali berputar, di antara hidup dan mati... akankah cinta yang penuh liku dan sengkarut mampu mengubah segalanya?
Di bawah Gunung Yunyin, di lekuk pegunungan yang sunyi, berdiri sebuah desa kecil yang tampak tak berarti. Namun, dalam beberapa tahun belakangan, sejumlah kejadian aneh kerap melanda desa itu, mengguncang hati penduduknya, membuat suasana menjadi tidak tenang, bahkan ayam dan anjing pun gelisah tiada henti.
Awalnya, tanaman hasil jerih payah para petani habis disantap oleh roh bunga sakti. Makhluk-makhluk itu mampu muncul dan lenyap sesuka hati, bahkan konon, salah satunya telah menculik seorang gadis kecil.
“Tangkap pendeta palsu itu! Dia mencuri jagungku!” Teriakan itu menggema, dan orang-orang pun beramai-ramai mengejar seorang pendeta Tao berpakaian jubah panjang.
“Ah, bahkan kota pun kini tak lagi damai,” desah seorang pria yang tengah menempelkan pengumuman di dinding.
“Maaf, apakah benar di desa kalian ada siluman yang membuat onar?”
Muncul tiba-tiba, sosok berpakaian jubah panjang, berwajah tampan dan bersikap tenang, berdiri di hadapan si penempel pengumuman.
“Nama pincai Yun An, khusus mengusir roh jahat dan menaklukkan siluman,” ucapnya memperkenalkan diri.
“Tetua! Tetua! Aku menemukan seorang pendeta Tao!” seru seseorang.
Yun An mengikuti mereka hingga ke kediaman tetua desa. Baru saja melangkah masuk, ia hampir bertabrakan dengan seorang lelaki tua bertubuh kurus.
Sang tetua menatap Yun An dengan tajam, meneliti dari atas ke bawah sebelum bertanya, “Kau pendeta Tao itu?”
“Benar, pincai Yun An, khusus mengusir roh jahat dan menaklukkan siluman.” Yun An lalu mengeluarkan sebuah papan kecil bertuliska