Bab Satu: Terlahir Kembali sebagai Kelompok Pembanding dan Dihujat Seluruh Dunia Maya
Kota Rong, Resor Yunshen.
Cahaya pagi menembus jalan setapak di tengah hutan, tatkala Song Wan Ning mengenakan gaun panjang berwarna putih, rambut hitam legamnya yang terurai hingga pinggang diikat tinggi, muncul di bawah bayang-bayang pepohonan. Diam-diam ia menguap, lalu kembali bersandar malas di kursi santai, menikmati secangkir teh hangat yang sesekali ia teguk perlahan, seolah telah memasuki masa pensiun untuk merawat kesehatan di usia senja.
Di sekelilingnya, para staf sibuk lalu-lalang.
Mereka tengah melakukan syuting sebuah program variety show berjudul "Mari Kita Jatuh Cinta".
Meski Song Wan Ning tengah mengisi waktu dengan tidur-tidur ayam, kepekaannya tetap menangkap bisik-bisik halus dari beberapa orang di lokasi, membicarakan dirinya.
“Itu Song Wan Ning, kan? Kudengar kemarin namanya sampai trending, heboh sekali,”
“Aku kebetulan kemarin izin, apa yang sebenarnya terjadi?!”
“Kamu tak lihat trending topic? Nona satu ini temperamennya luar biasa, mengandalkan statusnya sebagai kerabat investor, kemarin datang-datang langsung memerintah sana sini, bahkan tunangannya, Wen Jing Xing, juga sempat ia omeli habis-habisan!”
“Wen Jing Xing? Ya ampun! Siapa yang memberi perempuan ini keberanian, berani-beraninya mengatur-atur dia?”
“Benar, tamu lain semua menunggu dengan sopan menanti kedatangan sutradara, hanya dia yang bisa menikmati.”
“Haha, tunggu saja, sekarang seluruh dunia maya hanya menanti Wen Jing Xing membatalkan pertunangan dengannya!”
Saat seorang staf mengucapkan kalimat itu, ia menengadah dan mendapati Song Wan Ning berjalan ke arah mereka, sontak terkejut.
Namun Song Wan Ning hanya melihat jam, menyadari waktu telah mendekati jadwal, memandang mereka dengan dingin, lalu melangkah menuju lapangan tempat para tamu berkumpul.
Staf yang sempat terdiam kembali berbisik, “Tunggu saja, keluarga Wen yang besar dan terhormat takkan pernah menerima perempuan tak sopan dan arogan seperti itu.”
Song Wan Ning tak menghiraukan omongan mereka, sebab segala hal yang terjadi sebelumnya, bukanlah perbuatannya.
Ya, Song Wan Ning bukanlah penghuni dunia ini, melainkan seorang Maharani dari seribu tahun lalu.
Di kehidupan sebelumnya, keluarganya dijebak licik, negara hancur, keluarga binasa, hanya ia dan adiknya yang bertahan hidup dari pembantaian itu.
Keduanya saling menopang, hidup seadanya di pelarian.
Di usia lima belas, negeri musuh terjerat kekacauan, rakyat hidup dalam penderitaan, pemberontakan bermunculan di berbagai penjuru.
Demi membalas dendam, Song Wan Ning bergabung ke dalam barisan pemberontak, bertempur di medan perang, menumpas musuh tanpa henti, hingga akhirnya menjadi seorang jenderal yang menumbangkan seluruh klan musuh.
Namun selama lebih dari sepuluh tahun menjadi Maharani, hingga wafat karena sakit, tak seorang pun mengetahui bahwa ia sebenarnya seorang perempuan.
Song Wan Ning sepanjang hidup tak pernah menikah, mengabdikan seluruh tenaga dan pikirannya demi negeri, hingga akhirnya membawa kemakmuran bagi rakyatnya.
Dirinya sendiri, justru hancur tubuh dan jiwa karena beban berat yang tak terperi.
Ia telah jauh-jauh hari mempersiapkan segalanya, menetapkan wasiat, menyerahkan kekuasaan pada sang adik, lalu meninggalkan dunia dengan tenang.
Namun ketika kembali membuka mata, ia mendapati dirinya terlempar ke dalam sebuah novel, di dunia seribu tahun kemudian.
Semula ia mengira, di sini ia bisa meraih impian menjalani hidup damai dan santai, siapa sangka, tubuh yang ia tempati adalah karakter yang hanya menjadi pelengkap, seorang 'cannon fodder'!
Baru mengikuti sebuah program, ia sudah dihujat netizen hingga mentalnya runtuh. Lebih parah lagi, si pemilik tubuh sebelumnya menjadi batu loncatan bagi kisah cinta tokoh utama, hidup dalam kesedihan dan akhirnya wafat karena sakit.
Sayang, kejadian sehari sebelum syuting tak bisa ia cegah, sebab saat itu Song Wan Ning baru saja menyeberang ke dunia ini.
Yang dapat ia lakukan kini, hanyalah menjalani hidup dengan baik, itu sudah cukup.
Saat itu, sutradara Li Weiwei datang tepat waktu.
Begitu tiba, ia berseru, “Selamat pagi para tamu! Semua departemen bersiap, syuting dimulai!”
Begitu suara itu selesai, perangkat live streaming pun langsung menyala.
Syuting kemarin hanyalah pemanasan, hari ini baru benar-benar menjadi hari pertama produksi.
Dan hanya dalam sehari pemanasan, program ini sudah meraup banyak perhatian, semuanya berkat Song Wan Ning yang manja dan rewel dengan segala hal saat pindah ke resor.
Alasannya sederhana.
Yunshen bukan sekadar resor, melainkan tempat eksklusif bagi mereka yang berkantong tebal.
Beragam fasilitas hiburan tersedia, apa pun yang terbayang dapat dinikmati di sini.
Gaya arsitektur berpadu nuansa pedesaan klasik, paviliun dan bangunan bergaya kuno berjejer indah, bunga, pepohonan, jembatan dan aliran sungai kecil menghiasi setiap sudut, menjadi surga impian banyak orang.
Namun bagi Song Wan Ning, semua itu hanya kampung terpencil penuh debu.
Inilah yang memicu kemarahan netizen!
Li Weiwei pun cermat, mengatur agar mayoritas kamera live streaming hari ini terfokus pada Song Wan Ning.
Semua demi menciptakan lebih banyak perbincangan, menambah popularitas program.
Saat siaran dimulai, ribuan netizen menyerbu ruang live.
【Akhirnya “Mari Kita Jatuh Cinta” resmi tayang! Aku penasaran siapa pasangan An An yang imut itu?】
【Wow! Apakah dia si cantik bersuara malaikat, Jian An An?!】
【Siapa yang sama denganku, sengaja menonton karena Song Wan Ning yang tak tahu diri itu.】
【Aku! Kemarin kalian pasti tak lihat betapa bossy-nya dia, bikin aku geram sekali.】
【Kalian sadar tidak, delapan tamu ternyata kurang satu—Wen Shao. Pastinya dia sudah tahu buruknya temperamen Song Wan Ning, langsung mundur dari acara.】
【Toh Wen Shao dijodohkan sejak kecil dengan Song Wan Ning, keluarga dan dirinya mana mungkin bisa disandingkan dengan keluarga Wen yang begitu terpandang.】
【Menunggu Wen Shao membatalkan pertunangan.】
【Atas +1】
【+100】
【+10086】
……
Melihat diskusi panas di ruang live, Li Weiwei mengerling puas, lalu berkata, “Aturan sudah jelas, kita akan syuting di resor selama satu bulan. Setiap tiga hari, kalian akan mengambil kartu identitas.”
“Tugas kalian adalah merasakan pekerjaan orang biasa, menyelesaikan misi akan mendapat poin, yang bisa ditukar dengan makanan dan barang-barang rumah tangga.”
“Tempat tinggal disediakan oleh tim produksi, pasangan harus tinggal bersama di satu rumah kecil, kalian hanya perlu mencari poin untuk bertahan hidup. Tentu saja, kami akan mengumumkan tugas-tugas khusus secara acak.”
“Kali ini ada delapan tamu undangan, dua pasangan tunangan, dua pasangan simulasi. Semoga kisah cinta kalian menyenangkan!”
【Kisah cinta menyenangkan? Hah, aku curiga sutradara sedang menyindir Wen Shao.】
【Tetap saja, Jian An An yang terbaik, sejak kemarin tak pernah mengeluh sedikit pun.】
【Atas +1111】
【Apa kalian tidak sadar, dibanding pakaian kemarin, gaun Song Wan Ning hari ini meski sederhana, justru terlihat lebih indah.】
【Itu bukan apa-apa, sutradara bilang semua akan merasakan hidup ala orang biasa, Song Wan Ning bahkan mengeluhkan Yunshen, entah apa lagi yang akan ia lakukan nanti!】
Program “Mari Kita Jatuh Cinta” memang mengusung konsep unik: mengundang anak-anak keluarga kaya untuk merasakan hidup dan bekerja layaknya orang biasa, lalu berpacaran.
Kini, pusat perhatian jatuh kepada Song Wan Ning, sang putri manja yang harus berhadapan dengan gaya hidup sederhana—semua orang menunggu drama berikutnya.
Demi menambah daya tarik, pihak produksi mengundang dua selebriti muda yang sedang naik daun.
Salah satunya adalah Jian An An, dan mayoritas penonton live datang untuk mendukungnya.
Saat ini, Jian An An menatap pakaian Song Wan Ning di barisan belakang, wajah mungilnya sedikit menunjukkan keraguan, lalu segera ia sembunyikan.
Melihat antusiasme penonton yang memuncak, Li Weiwei melanjutkan, “Selanjutnya, silakan para tamu mengambil kartu identitas masing-masing di depan saya.”