Bab Seratus Empat Puluh Satu: Perubahan Su Xiaoxiao
Diagram Tai Chi yang sakti mandraguna berada di tengah badai yang mengerikan. Betapa pun dahsyatnya terpaan badai tersebut, diagram itu tidak bergeming sedikit pun. Warnanya merah menyala dengan garis-garis hijau yang memikat. Titik yin dan yang di dalam diagram tersebut berada dalam kondisi keruh, yang merupakan aliran udara hasil peleburan dari lima elemen.
Syuw!
Diagram Tai Chi yang besar itu berputar dan menyedot sebagian besar angin puyuh, bilah angin, serta hawa pembunuh ke dalamnya. Badai yang tadinya sangat beringas dan liar itu seketika berubah menjadi sangat jinak begitu tersedot ke dalam Diagram Tai Chi.
Su Yan melompat ke udara dan langsung menginjak Diagram Tai Chi. Ribuan sinar menyilaukan memancar dari diagram tersebut. Su Yan bermandi cahaya terang, bagaikan dewa perang dari zaman purba yang turun ke bumi. Berdiri di atas Diagram Tai Chi, seluruh auranya menyatu sempurna dengan diagram tersebut tanpa batasan apa pun. Setelah manusia dan diagram menyatu, dia bahkan berhasil maju lagi sedalam sepuluh tombak ke dalam pusat badai.
"Bagus, hawa angin pembunuh di sini semakin tajam, sangat pas untuk menempa Diagram Tai Chi."
Su Yan berseru puas. Hawa angin pembunuh terus-menerus menghantam Diagram Tai Chi seolah ingin menghancurkannya. Namun, setelah diagram itu terbentuk sepenuhnya, ketahanannya menjadi sangat luar biasa dan mustahil untuk dihancurkan.
"Sayang sekali aku belum berhasil menguasai Ilmu Belati Emas Macan Putih. Jika kelima elemen sudah menyatu, entah tingkat apa yang bisa dicapai oleh Diagram Tai Chi ini. Tapi aku pasti akan menguasai Ilmu Belati Emas Macan Putih cepat atau lambat, dan pada saat itulah aku akan meningkatkan kekuatan Diagram Tai Chi."
Saat ini, Diagram Tai Chi hampir mencapai kesempurnaan. Satu-satunya kekurangan adalah belum lengkapnya kelima elemen. Jika kelima elemen tersebut lengkap, kekuatan Diagram Tai Chi akan meningkat berlipat-lipat ganda.
Kini, Diagram Tai Chi yang baru terbentuk itu sangat tepat untuk ditempa oleh hawa angin pembunuh tersebut. Di seluruh dunia ini, tampaknya tidak ada lagi tempat yang lebih cocok untuk menempa senjata takdir selain di sini.
Sebulan kemudian, penempaan Diagram Tai Chi telah selesai. Seluruh diagram memancarkan cahaya yang sangat terang dan luar biasa sakti. Su Yan keluar dari badai spasial, lalu mengarahkan Diagram Tai Chi ke arah sebuah batu karang angkasa berukuran besar yang meluncur dari kejauhan. Begitu Diagram Tai Chi disetrumkan ke depan, terdengar suara gemerisik. Diagram Tai Chi yang besar itu membungkus batu raksasa sebesar rumah tersebut tanpa menghasilkan gejolak apa pun. Ketika Diagram Tai Chi kembali dibentangkan, tidak ada lagi bayangan batu tersebut sedikit pun.
Batu karang angkasa sebesar rumah itu langsung dihancurkan menjadi ketiadaan oleh Diagram Tai Chi tanpa menyisakan debu sedikit pun. Kekuatan semacam itu bahkan membuat Su Yan terkejut. Jika Diagram Tai Chi menghancurkan batu karang angkasa itu menjadi berkeping-keping, dia sama sekali tidak akan heran, sebab dengan kekuatannya saat ini, tinjunya sendiri sudah cukup untuk meremukkan batu karang menjadi bubuk.
Namun, menghancurkannya langsung menjadi ketiadaan tanpa meninggalkan sisa debu sedikit pun adalah hal yang sangat mengerikan. Ini sama saja dengan melenyapkan suatu benda dari muka bumi secara mutlak. Su Yan tahu bahwa efek seperti itu bukan hanya berasal dari kekuatan bawaan Diagram Tai Chi, melainkan juga efek pembakaran dari api yang dahsyat.
"Luar biasa, benar-benar luar biasa! Dengan adanya Diagram Tai Chi ini, kekuatan bertarungku setidaknya meningkat sepuluh kali lipat."
Wajah Su Yan dipenuhi rona kegembiraan. Dia melambaikan tangannya, dan Diagram Tai Chi itu seketika menyusut menjadi sebesar telapak tangan di atas telapak tangannya. Jika dikelompokkan berdasarkan tingkatan, Diagram Tai Chi saat ini telah mencapai puncak Senjata Spiritual Kelas Menengah, tetapi kekuatan aslinya bahkan melampaui Senjata Spiritual Kelas Atas pada umumnya. Yang lebih penting lagi, ini adalah senjata takdir miliknya sendiri, sehingga ia dapat mengeluarkan seluruh potensinya secara maksimal.
Ia memang memiliki pusaka raja yang sangat kuat di tangannya, tetapi pusaka raja itu sama sekali belum bisa ia kendalikan. Kecuali dalam keadaan terpaksa, ia tidak akan sudi menggunakan pusaka raja tersebut lagi. Memikirkannya saja sudah terasa sangat mengerikan.
Dari kejadian ini, Su Yan juga menyadari bahwa peningkatan kekuatan diri sendiri adalah yang paling utama. Peningkatan kekuatan aslinya serta peningkatan tingkatan Diagram Tai Chi adalah hal-hal yang paling krusial.
Namun, Su Yan kini menghadapi masalah lain, yaitu persoalan kenaikan tingkat Diagram Tai Chi. Diagram Tai Chi saat ini berada di puncak Senjata Spiritual Kelas Menengah. Jika ingin naik tingkat menjadi Senjata Spiritual Kelas Atas, selain membutuhkan peningkatan kultivasi Su Yan, ia juga memerlukan banyak sekali bahan material, bahkan harus menelan senjata lain secara langsung.
Dulu saat menempa Diagram Tai Chi, Su Yan sangat ingin meleburkan lempengan besi pejal itu ke dalamnya. Namun, bagaimanapun usahanya dan sekuat tenaga ia mencoba, ia tetap tidak mampu menggerakkan lempengan besi itu sedikit pun. Pada akhirnya, ia terpaksa menyerah.
Lempengan besi itu tampak reyot dan kusam, tetapi sangat misterius. Oleh karena itu, Su Yan menduga dalam hati bahwa lempengan besi itu setidaknya adalah pecahan senjata Orang Suci Agung. Karena ia belum pernah melihat senjata Orang Suci Agung secara langsung, itu hanyalah sebuah dugaan. Su Yan bahkan sempat menduga bahwa benda itu melampaui senjata Orang Suci Agung. Namun, baginya itu hanyalah sebuah pemikiran yang konyol. Di seluruh Daratan Bela Diri, Orang Suci Agung sudah berada di puncak. Di Daratan Bela Diri yang mahabesar itu, belum tentu ada berapa banyak Orang Suci Agung. Apakah eksistensi yang melampaui Orang Suci Agung benar-benar ada? Su Yan tidak tahu, karena hal itu terlalu jauh baginya.
"Saat ini aku masih memiliki lebih dari seratus buah senjata kelas rendah dan satu buah Palu Pengguncang Langit di tanganku. Jika semuanya ditelan oleh Diagram Tai Chi, itu sudah cukup untuk mengembangkan Diagram Tai Chi hingga ke tingkat Senjata Spiritual Kelas Atas. Hanya saja, kultivasiku sendiri belum mencukupi. Aku baru bisa menaikkan tingkat senjata takdirku saat mencapai Alam Bela Diri Spiritual," pikir Su Yan dalam hati.
Kini, kultivasinya telah mencapai Alam Bela Diri Spiritual Tingkat Enam dan senjata takdirnya juga telah selesai ditempa. Ia sudah berada di dalam pusaran ruang hampa ini selama hampir setengah tahun, dan ia sangat ingin keluar dari tempat ini. Sayangnya, pusaran ruang hampa begitu mahakuas dan tidak bertepi sehingga jalan keluarnya sama sekali tidak dapat ditemukan. Wajah Su Yan tiba-tiba dipenuhi secercah kekecewaan. Ia merasa usahanya selama ini sia-sia belaka. Jika tidak bisa keluar dari pusaran ruang hampa ini, apa gunanya memiliki kekuatan yang hebat?
Hah!
Su Yan tiba-tiba membentak keras dan melayangkan pukulan ke arah ruang hampa di udara. Pukulan itu memiliki daya ledak yang luar biasa. Ia ingin membuka sebuah jalur, tetapi ketika ia melihat ruang hampa yang baru saja ia kacaukan itu dengan cepat kembali normal, ia baru menyadari betapa konyol pemikirannya sendiri. Dirinya bahkan belum memahami hukum tata ruang, tetapi sudah berkhayal ingin menembus pusaran ruang hampa. Itu benar-benar aneh dan tidak masuk akal.
Su Yan terus berkeliaran di dalam pusaran ruang hampa, sebuah pengembaraan yang sangat membosankan. Entah sudah seberapa jauh ia berjalan, ia sempat mengalami badai spasial sebanyak dua kali, tetapi tetap saja tidak dapat menemukan tempat yang terhubung dengan jalan keluar.
Pada akhirnya, Su Yan memilih untuk menyerah begitu saja. Ia juga tahu bahwa untuk bisa keluar dari pusaran ruang hampa membutuhkan peluang besar.
"Tergantung takdir saja kalau begitu. Tapi aku tidak boleh tinggal diam. Meskipun tempat ini kacau balaur, ini adalah tempat yang sangat bagus untuk berkultivasi. Sayangnya, tidak ada lawan."
Su Yan menggelengkan kepala dalam hati. Jalan yang ia tempuh selama ini adalah jalan pertarungan dan pembantaian. Berkultivasi harus disertai dengan pertarungan, tetapi sayangnya di sini sama sekali tidak ada objek untuk bertarung.
"Badai spasial."
Mata Su Yan tiba-tiba berbinar. Jika tidak ada lawan untuk bertarung, ia bisa bertarung melawan badai spasial. Saat ini ia baru mampu memasuki radius seratus tombak, tempat itu sangat pas digunakan untuk berkultivasi.
Pada saat yang sama, di Sekte Panca Transformasi yang terletak di Gunung Qianluan, suasana Sekte Panca Transformasi yang biasanya sangat tenang tiba-tiba memancarkan gelombang energi yang kuat. Seorang gadis jelita melompat ke udara dengan aura di tubuhnya yang bergejolak. Begitu ia membubung ke udara, energi spiritual langit dan bumi di atas Sekte Panca Transformasi langsung bergolak hebat.
Di bawah sana, dua orang berdiri berdampingan dengan ekspresi serius menatap gadis di udara tersebut.
"Senior Jin, Xiao Xiao menerobos ke Alam Bela Diri Spiritual dengan begitu cepat. Bakat alaminya benar-benar sangat tinggi," ucap Liu Yan'er sambil tersenyum di wajahnya.
"Gadis ini benar-benar luar biasa. Aku selalu tidak dapat menebak fisik khusus apa yang dimilikinya, dan ia juga bukan pemilik Tubuh Sakti Sejak Lahir. Namun, aku dapat merasakan keberadaan aura kuno yang pekat dari dalam tubuhnya. Ia memang bukan pemilik Tubuh Sakti, tetapi pertumbuhannya jauh lebih menakutkan daripada pemilik Tubuh Sakti pada umumnya," mata Jin Chi-xiao memancarkan kilau terang.
"Tua Jin, bukankah kau tahu segalanya? Kenapa kau tidak bisa menebak rahasia Xiao Xiao?" Bai Jue mengerutkan bibirnya, lalu melanjutkan, "Entah kapan Kakak Besar bisa kembali. Si Tikus Kecil dan anak itu telah pergi keluar untuk menempa diri. Nanti aku juga harus pergi keluar untuk menempa diri bersama Zhui Feng demi membalaskan dendam Kakak Besar pada sekte-sekte besar itu."
Jin Chi-xiao langsung mengabaikan ocehan Bai Jue. Xiao Xiao telah berhasil menerobos ke Alam Bela Diri Spiritual. Tepat di atas kepalanya, sesosok cahaya darah tiba-tiba muncul. Cahaya darah itu akhirnya berubah menjadi sesosok manusia kecil berwarna merah darah yang terus-menerus melompat-lompat di atas kepala Xiao Xiao. Melihat manusia kecil berwarna darah itu, kening Jin Chi-xiao pun mengerut. Bahkan dengan pengalamannya yang luas, ia tidak tahu apa arti dari manusia kecil berwarna darah tersebut. Ini juga pertama kalinya ia melihat keanehan yang muncul saat seseorang menerobos ke Alam Bela Diri Spiritual.
Aura Su Xiao Xiao semakin lama semakin kuat, dan manusia kecil berwarna darah itu pun mulai tampak hidup. Manusia kecil itu hanya seukuran telapak tangan. Hingga Xiao Xiao selesai menerobos, manusia kecil berwarna darah itu akhirnya menghilang dan masuk ke dalam tubuh Xiao Xiao.