Bab 009: Penampilan Perdana Wu Zui di Layar Lebar
Inilah nada utama dari keseluruhan cerita "Rajawali Hitam". Cerita ini berkisar pada pertarungan kecerdasan dan keberanian antara pihak kepolisian dan kelompok kepentingan perdagangan narkoba yang dipimpin oleh Song Pasan.
Dalam naskahnya, segala sesuatu digambarkan dengan sangat mendetail, termasuk karakter yang akan diperankan oleh Wu Zui, yaitu Song Pasan, sang pemimpin tertinggi dari kelompok kepentingan tersebut.
Lewat naskah itu, Wu Zui mengetahui seluruh detail tentang peran ini. Misalnya, koki yang dikenal oleh Lu Zhengyi dalam cerita, sebenarnya adalah Song Pasan itu sendiri. Hanya saja, karena Song Pasan sangat penuh curiga dan tidak percaya pada siapa pun, ia memilih bersembunyi di balik bayang-bayang.
Dengan identitas tersebut, ia mengamati para pendatang baru.
Sayangnya, beberapa detail masuknya Lu Zhengyi ke dalam kelompok Song Pasan menimbulkan kecurigaan terhadap pemuda itu. Song Pasan menduga Lu Zhengyi adalah mata-mata yang dikirim oleh kepolisian Hanxia, sehingga ia mengajukan ide kepada Khun Cai untuk menguji Lu Zhengyi.
Jika Lu Zhengyi bukan polisi, kemungkinan besar ia akan mematuhi setiap perintah Khun Cai. Dan, terlepas dari apakah kecanduannya pada narkoba itu nyata atau pura-pura, begitu ia bersentuhan dengan barang haram itu, yang semula palsu pun akan menjadi nyata.
Sejak titik ini, naskah memasuki babak baru. Song Pasan sangat puas dengan sikap Lu Zhengyi. Ia merasa bahwa dirinya tidak salah mempercayai pemuda itu. Transaksi pun berjalan lancar tanpa hambatan.
Setelahnya, Lu Zhengyi mendapat kepercayaan lebih besar, berhasil mendekat pada Khun Cai, dan akhirnya dapat menyusup ke lingkaran dalam kelompok tersebut.
Lu Zhengyi pun mulai menjalankan penyelidikan, mengumpulkan bukti secara cermat, dan berkoordinasi dengan organisasi secara sangat hati-hati.
Namun pada akhirnya, ketika bukti sudah cukup dan waktunya untuk menangkap sindikat itu tiba, identitas Lu Zhengyi tetap saja terbongkar.
Ia tidak habis pikir pada bagian mana ia melakukan kesalahan, padahal ia sudah sangat berhati-hati, bahkan sampai harus benar-benar kecanduan narkoba demi tugasnya.
Amarah dan kebingungan pun bercampur dalam dirinya.
Ia dipenjara, setiap hari menerima siksaan dan kekerasan tanpa henti.
Hingga suatu hari, ketika Khun Cai yang selama ini ia kenal datang menjenguknya, barulah semuanya menjadi jelas.
Ternyata, dalang terbesar yang selama ini ia cari-cari, berada sangat dekat dengannya.
Sang koki itu adalah Song Pasan! Song Pasan adalah koki itu!
Walaupun Lu Zhengyi tak pernah membocorkan sedikit pun informasi kepada sang koki, beberapa detail tetap saja menarik perhatian Song Pasan.
Akhirnya, setelah serangkaian kecurigaan dan penyelidikan, Song Pasan memastikan bahwa Lu Zhengyi adalah mata-mata yang dikirim kepolisian Hanxia.
Lu Zhengyi pun mengalami nasib tragis—Song Pasan sendiri yang memotong tangan, kaki, dan lidahnya.
Selain itu, ia juga harus menahan derita sakau yang terus datang menghantam tubuhnya.
Peran ini begitu jahat, hingga Wu Zui yang hanya membacanya melalui naskah saja merasa geram dan marah.
Meski begitu, Lu Zhengyi tidak pernah menyerah. Ia tetap hidup, meski setiap hari disiksa dengan keji.
Namun Song Pasan dan kelompoknya sama sekali tidak tahu bahwa Lu Zhengyi telah berhasil mengirimkan semua bukti dan informasi terpenting keluar.
Bahkan, seluruh pembukuan transaksi kelompok Song Pasan sudah berada di tangan polisi! Siapa saja tokoh masyarakat yang terlibat, jika terbongkar, akan mengguncang dunia. Jika operasi kali ini berhasil, berapa banyak keluarga yang akhirnya bisa menghirup udara kebebasan dan keadilan.
Akhirnya, kepolisian dari empat negara bekerjasama, menemukan sarang sindikat narkoba terbesar yang tersembunyi di wilayah Segitiga Asia, dan melancarkan penyerbuan serta penangkapan sengit.
Khun Cai dan para petinggi kelompok pun akhirnya tertangkap, namun Song Pasan tetap tidak ditemukan.
Karena sampai akhir, Lu Zhengyi tidak sempat mengirimkan informasi terpenting itu, sehingga tidak ada yang tahu di mana sebenarnya Song Pasan bersembunyi.
Kembali ke sudut pandang Lu Zhengyi, ia dipenjara dalam ruang rahasia yang kebetulan juga menjadi tempat Song Pasan menyimpan emas dan barang-barang berharganya.
Song Pasan kembali ke tempat itu untuk mengambil harta dan bersiap melarikan diri, sementara ruang rahasia itu memiliki lorong tersembunyi yang hanya diketahui Song Pasan sendiri.
Di sana, Lu Zhengyi kembali bertemu pria yang paling membekas dalam ingatannya.
Lu Zhengyi menatap Song Pasan dengan kebencian membara.
Sebelum pergi, Song Pasan sempat mengejek Lu Zhengyi, meludah tepat di wajahnya.
Namun, tiba-tiba Lu Zhengyi bangkit, dengan sisa tenaga terakhirnya ia menggigit paha Song Pasan dengan sekuat tenaga, sampai urat-urat di wajahnya terlihat menegang.
Song Pasan mengamuk, memaki, namun sekeras apapun ia memukul dan menendang, Lu Zhengyi tetap tidak mau melepaskan gigitannya, bahkan setelah kepalanya berlumuran darah.
Akhirnya, Song Pasan mengeluarkan pistol dan menembak Lu Zhengyi.
Namun hingga peluru terakhir habis, Lu Zhengyi tetap tak melepaskan gigitannya, ia mati dengan mata terbuka, penuh dendam.
Suara tembakan itu pun menarik perhatian polisi.
Akhirnya, di bawah todongan puluhan senjata api, raja narkoba terhebat yang selama bertahun-tahun melarikan diri itu pun akhirnya tertangkap.
Ia kemudian dibawa ke Hanxia, ke ibu kota Hanjing, untuk diadili.
Sampai detik terakhir pun, Song Pasan tidak pernah menunjukkan penyesalan sedikit pun. Di depan kamera, ia tetap menunjukkan senyuman iblisnya.
Namun, pada akhirnya ia tetap harus menghadapi pengadilan hukum dan keadilan.
Banyak keluarga yang akhirnya mendapatkan keadilan, penderitaan dan ketidakadilan mereka pun terungkap. Wilayah Segitiga Asia perlahan kembali merasakan cahaya keadilan setelah kejatuhan kelompok Song Pasan.
Namun semua itu harus dibayar dengan pengorbanan banyak orang yang berjiwa besar, darah dan air mata yang mengalir demi perdamaian.
Akhir cerita film ini ditutup dengan adegan pemakaman Lu Zhengyi.
Jenazah Lu Zhengyi dibalut bendera negara, dan ia dimakamkan secara kenegaraan dengan penuh hormat.
Tamat—
Wu Zui memegang naskah itu, lama tak bisa menenangkan diri.
Bahkan Pei Jianing di sampingnya pun ikut geram membacanya.
Karena dia sendiri seorang tentara, sangat membenci kejahatan dan orang seperti Song Pasan.
Tak bisa dipungkiri, kisah ini benar-benar mengguncang hati Wu Zui.
Walau ia bukan seorang profesional, ia menyadari satu hal penting.
Karakter ini… bukanlah peran yang mudah untuk dimainkan!
Menjadi penjahat murni, jika hanya ingin tampil sangat jahat, itu mudah, tidak sulit.
Namun masalahnya, Song Pasan bukan sekadar penjahat biasa. Ia sangat cerdik dan punya kemampuan memimpin, memiliki banyak wajah.
Aktor yang ingin menjiwai karakter ini harus mempertimbangkan banyak hal dengan sangat detail.
Zhou Ming adalah sutradara yang sangat visioner, hal ini terbukti dari keberaniannya memilih Wu Zui yang sama sekali belum pernah dilatih untuk memerankan tokoh sepenting ini.
Selain itu, ini adalah film, yang menuntut detail lebih tinggi daripada serial televisi.
Karena Wu Zui sudah menerima tawaran ini, selanjutnya ia harus siap mengikuti arahan sutradara, itu hal yang wajar.
Pada akhirnya, ia tetap harus menjalani pelatihan dalam waktu tertentu.
Hal ini memang tidak bisa dihindari, sebab walaupun Wu Zui sangat cocok dengan karakter tersebut, ada banyak hal seperti ekspresi mikro, penjiwaan emosi, daya pikat di depan kamera, dan lain-lain, yang tak mungkin dikuasai orang tanpa pelatihan profesional.
Sebagai contoh, coba suruh gadis biasa berakting menggoda dengan tatapan penuh daya pikat, lihat saja apakah ia bisa melakukannya.
Atau tatapan membunuh penuh tekanan, coba minta pria biasa melakukannya… baiklah, untuk hal ini Wu Zui memang bisa.
Tetap saja, banyak hal yang perlu dipelajari.
Ini juga akan menjadi debut Wu Zui di layar lebar.
Bagaimana masa depannya akan berubah, ia sendiri pun tak tahu, namun ia sangat menantikannya.
Selanjutnya, tinggal pengumuman resmi…
(Kisah dalam film ini mengandung pesan moral, tidak mengandung unsur negatif.)