Bab Dua Puluh Sembilan: Roh Iblis
“Aku kira apa, ternyata cuma hantu kecil!” Wajah Wu Yan dipenuhi rasa meremehkan, ia membentak keras, “Simbol Pemisah, Api Menyala!”
Di tangan Wu Yan muncul nyala api putih, melesat membakar hantu kelaparan di hadapannya.
Wajah bengis hantu itu seketika berubah menjadi ketakutan.
Dalam sekejap, api itu membungkus tubuh hantu kelaparan, membakarnya dengan cepat.
Jeritan pilu bergema, tubuh hantu itu lenyap hingga tak bersisa, jiwa dan raganya tercerai berai!
Bayangan hitam di film itu terlihat sangat terkejut. “Anak muda, ternyata aku masih meremehkanmu. Tak kusangka kau bukan hanya ahli bela diri, tapi juga menguasai ilmu gaib yang kuat.”
Saat itu Wu Yan sudah berdiri lebih dari satu meter dari layar.
Ia menatap bayangan hitam besar di dalamnya. “Jangan pura-pura, kau memang sengaja datang mencariku. Kau pasti suruhan Keluarga Li atau Wang Yu, kan!”
Bayangan hitam itu menyeringai, “Benar, aku dikirim Wang Yu. Bukankah sebelumnya kau mendapatkan manik rubah kuning? Serahkan benda itu sekarang, aku bisa mengampunimu!”
Wu Yan mendengus dingin. “Kalau mau benda pusaka milikku, lihat dulu apa kau mampu merebutnya!”
Ia mengangkat tangan kanannya, menekan layar putih lebar di depannya.
Sekejap kemudian, kekuatan misterius menyebar ke segala arah.
Layar putih di depannya bergelombang, riak-riak samar bermunculan dan berubah dengan cepat.
Wu Yan tiba-tiba menyelupkan kedua tangan ke riak itu dan merobeknya, seolah-olah ia membelah ruang.
Sebuah celah terbuka di hadapannya, Wu Yan melangkah masuk dengan mantap.
Ia menerobos ke dalam layar putih itu.
Dalam sekejap, pemandangan di depannya berubah menjadi sebuah gudang tua yang terbengkalai.
Baru saja Wu Yan masuk, jeritan melolong terdengar dari segala penjuru!
Suara-suara itu seperti tangisan setan dan lolongan serigala.
Aura dingin dan arus hitam beterbangan di depan Wu Yan, menari liar seperti makhluk gaib mengamuk.
Wu Yan serasa masuk ke neraka, di mana-mana dipenuhi hawa seram dan menakutkan.
Wu Yan memasang telinga, matanya waspada mencari-cari.
“Hentikan pertunjukan sulapmu, kekuatan semacam ini tidak akan bisa melukaiku!”
Tangan Wu Yan kembali memunculkan api putih.
Ia membentak, “Api Menyala—Hancur!”
Sekejap, api itu terpecah menjadi ribuan helai, menyerang aura dingin dan arus hitam di sekelilingnya.
Ledakan menggelegar berturut-turut, seluruh arus hitam dan aura dingin lenyap tanpa jejak.
“Ternyata benar, jurus rahasia keluarga Wu memang luar biasa!”
“Nampaknya kau sudah menerima warisan dari Kakek Wu.”
“Tapi sayang sekali, ilmu yang kuasai justru kebal terhadap ilmu keluargamu!”
“Dulu kakekmu melukai guruku, hari ini aku akan membunuhmu sebagai balas dendam untuk guruku!”
Gudang tua itu sunyi, Wu Yan hanya mendengar suara bayangan hitam, tapi tak tahu di mana ia bersembunyi.
Li Qingyu juga tidak tampak di gudang itu.
Hati Wu Yan terasa sangat tegang!
Musuh bersembunyi dalam gelap, entah tipu daya apa yang akan digunakan.
“Kalau memang hebat, keluarkan saja jurusmu! Aku sudah tak sabar lagi!”
Saat itu, hawa kemerahan menyeruak dari sebuah sudut!
Seperti pedang-pedang tajam, aura itu menyerang Wu Yan.
Desing suara memecah udara, kekuatan itu bergerak sangat cepat!
Wu Yan buru-buru berguling di lantai, lalu melompat, beberapa kali menghindar dengan gesit, akhirnya semua serangan berhasil ia hindari.
Namun, bahu Wu Yan tetap terkena satu serangan aura merah itu!
Lukanya menganga dan berdarah!
Wu Yan meraba lukanya, energi dalamnya segera menyembuhkan luka itu.
“Bagaimana, anak muda? Jurus ini hebat, kan? Bersiaplah untuk serangan berikutnya!”
Belum selesai kalimat itu, aura merah lain menyambar!
Sudut bibir Wu Yan terangkat, kedua tangannya membentuk jurus.
Satu demi satu kertas jimat berwarna ungu muncul di tangan Wu Yan.
Setiap jimat ungu itu mengandung kekuatan gaib yang luar biasa.
“Pengusir Iblis!”
Dengan teriakan Wu Yan, jimat-jimat itu beterbangan menghantam aura merah yang menyerangnya.
Semua kekuatan lawan hancur berkeping-keping!
Lalu, dari balik bayangan, tiga sosok berdarah keluar.
Semua kekuatan tadi ternyata berasal dari tiga sosok ini.
Ketiga makhluk berdarah itu tampak seperti manusia yang kulitnya dikuliti.
Seluruh tubuh mereka mengalirkan darah, tampak sangat mengerikan.
Wu Yan terkejut, “Iblis Darah!”
“Siapa sebenarnya kau? Sampai tega memelihara tiga iblis darah, benar-benar biadab!”
Iblis darah dan hantu kelaparan adalah makhluk jahat yang sangat menakutkan, memelihara mereka hanya akan mencelakakan banyak orang.
Selesai bicara, di tangan Wu Yan kembali muncul jimat-jimat, yang langsung ia lemparkan ke arah para iblis darah!