Bab Dua Belas: Undangan Keluarga Tang
Luo Ling segera menahan Li Zhentian. Selama ini, mereka bahkan tak pernah menyentuh satu jari pun Li Qingyu, namun kali ini, karena urusan perjodohan dengan Wu Yan, Li Zhentian justru menampar Li Qingyu.
Wu Yan bertanya, “Paman Li, bolehkah aku tahu kenapa aku tak bisa menikahi Qingyu?”
Li Zhentian terdiam, lidahnya kelu.
Luo Ling berbisik, “Meski Wu Yan memang hebat dalam bertarung, tapi dia juga bisa langsung menginjak Si Bungsu Keluarga Xu tanpa banyak bicara. Itu menandakan wataknya pasti keras kepala. Jika Qingyu menikah dengannya, pasti akan ada banyak masalah yang muncul. Kalau sampai dia memukul orang-orang dari keluarga yang lebih kuat dari kita, kita sungguh takkan sanggup menanggung akibatnya!”
Tiba-tiba, ponsel Li Zhentian berdering. Ia melihat nomornya tak dikenal dan mengira itu promosi, lalu ia menutup panggilan itu.
Namun, belum beberapa detik setelah ditutup, nomor itu menelpon lagi.
Dengan kesal, Li Zhentian menjawab, “Saya tidak mau beli rumah, tidak bergerak di bidang properti, jangan telepon saya lagi!”
Namun seketika, raut wajah Li Zhentian berubah serius, lalu sesaat kemudian ia tersenyum.
Setelah menutup telepon, ia menatap Wu Yan dan berkata, “Wu Yan, tahukah kau, tindakanmu barusan telah menyebabkan konsekuensi besar bagi keluarga Li? Kalau saja keluarga Xu lebih kuat dari kami, dan Xu Jie mengadu pada keluarganya, pasti kami sudah tamat! Dengan watakmu itu, aku takkan pernah membiarkan Qingyu menikahimu!”
Dalam hati Wu Yan, rasa hormatnya kepada Li Zhentian pun luntur.
“Paman Li, meski kakekku telah tiada, apa yang kulakukan di dunia juga pasti dilihat oleh beliau di surga. Tidak seharusnya Anda bersikap seperti ini, bukan?”
Li Zhentian tiba-tiba teringat petir tadi. Kakinya masih sedikit gemetar, tapi demi urusan putrinya, ia tak boleh lunak!
Ia pun menguatkan hatinya.
“Baiklah, mari kita bicarakan baik-baik.”
“Pertama, kau tak punya uang, rumah, mobil, atau kekuatan. Dengan apa kau hendak menikahi Qingyu?”
“Kedua, latar belakang keluargamu juga tidak baik. Sekalipun kau menikahi putriku, di mata orang lain itu hanya akan jadi bahan tertawaan, dan hubungan kalian seperti pasir, tanpa angin pun akan tercerai berai.”
“Ketiga, selain bisa bertarung, apa lagi yang bisa kau lakukan? Kau kini berumur delapan belas tahun. Jika saat kau berumur dua puluh, kau sudah sukses dan terkenal, tak harus setara dengan Empat Keluarga Besar Luozhou, asal bisa mendekati mereka saja, aku akan setuju!”
Li Zhentian bicara dengan tegas, yakin Wu Yan akan mundur teratur.
Tak disangka, Wu Yan langsung mengiyakan.
“Baik, kalau begitu, beri aku waktu dua tahun. Dalam dua tahun, aku akan datang melamar Qingyu dengan status yang layak kalian banggakan!”
Setelah berkata demikian, Wu Yan berbalik dan hendak pergi.
Li Qingyu buru-buru menahannya, “Tidak boleh, kau tidak boleh pergi!”
Tak jauh dari situ, Kakek Tang yang sejak tadi berdiri diam-diam telah mendengar semuanya dengan jelas. Ia tahu inilah saat yang ditunggu-tunggu!
Ia pun mendekat bersama orang-orangnya, lalu tertawa ramah, “Anak muda, kakek datang kemari, eh, kalian sedang apa? Ramai sekali, ya?”
Melihat siapa yang datang, Li Zhentian langsung membungkuk rendah, hendak menjabat tangan Tang Ming, kepala keluarga Tang di Luozhou. Namun Tang Ming sama sekali tidak menghiraukannya, berjalan melewati Li Zhentian, langsung mendekati Wu Yan.
“Anak muda, bagaimana kalau kau bergabung dengan keluarga Tang?”
Bahkan Luo Ling yang biasanya kurang peka pun sampai terperangah.
Apa?
Kepala keluarga Tang, Tang Ming, benar-benar mengundang Wu Yan bergabung dengan keluarga Tang?
Apa hebatnya dia sampai pantas menerima kehormatan itu? Hanya karena dia jago berkelahi?
Wu Yan membungkuk sopan, “Kakek Tang, aku tidak bermaksud bergabung dengan keluarga Tang. Jika kesehatan Anda masih kurang baik, aku bisa meracik ramuan herbal supaya Anda sehat dan panjang umur.”
Dahi Tang Ming mengernyit. Selama lebih dari tujuh puluh tahun hidupnya, belum pernah ada yang berani menolak undangannya secara langsung. Tak disangka hari ini ia ditolak oleh pemuda itu.
Namun ia tidak marah, justru menganggap Wu Yan ini menarik, lalu menawarkan hadiah yang membuat semua orang yang hadir terkejut.
“Anak muda, kalau kau mau masuk keluarga Tang, cucu perempuanku yang paling berharga ini rela kuserahkan padamu!”
Semua orang terperangah, bahkan mengira Kakek Tang sudah gila!
Berani-beraninya ia hendak menjodohkan putri keluarga Tang dengan pemuda kampung ini?
Li Zhentian dan Luo Ling pun membelalak tak percaya.
Saat itu juga, Tang Hongyan segera sadar, lalu menarik tangan Tang Ming dengan nada sedih, “Kakek, aku tidak mau! Anda belum pernah bertanya pendapatku!”
Tang Ming membentak, “Anak kecil tahu apa!”
Di antara semua yang hadir, hanya Tang Ming yang memahami, Wu Yan punya potensi besar. Jika bisa memanfaatkannya, keluarga Tang suatu hari nanti juga bisa masuk jajaran Sepuluh Keluarga Besar di ibu kota.
Maka, semua orang pun memandang Wu Yan dengan penuh harap.