Bab 29: Kau adalah seorang pendekar!
"Lihat pria macam apa yang kau kencani itu?"
"Sudah jelas dia orang yang tidak beres."
"Kau itu barang tak berguna yang tidak bisa melakukan apa pun. Cukup diam dan tunggu kami menjodohkanmu dengan putra dari keluarga terpandang, lalu menikahlah, bukankah itu sudah cukup?"
Bibi Li Ruonan membentak dengan suara dingin.
Menghadapi kata-kata itu, Li Ruonan hanya bisa terdiam, tidak berani membantah. Sepertinya ia sudah terbiasa dengan ucapan-ucapan yang menyakitkan tersebut. Bagaimanapun, kedua orang tuanya telah lama tiada, dan di keluarga Li, selain kakeknya, para paman dan bibinya tidak ada yang menyukainya. Jika orang tuanya masih ada, paman dan bibinya pasti tidak akan berani berbicara seperti itu kepadanya.
Tepat saat Li Ruonan memikirkan hal itu, Yang Fan menyuarakan ketidaksenangannya.
"Tunggu dulu, siapa yang kau sebut tidak beres?"
Yang Fan memelototi bibi Li Ruonan.
Mendengar ucapan Yang Fan, Li Ruonan mau tidak mau mendongak menatapnya. Ia mengira Yang Fan akan membelanya, namun tak disangka Yang Fan justru berkata dengan dingin: "Kalau kau ingin memaki dia, jangan bawa-bawa aku."
"Aduh, kau bocah tengik, berani-beraninya kau melotot padaku!"
Bibi Li Ruonan langsung meradang. Ini adalah kediaman keluarga Li, beraninya orang luar bersikap lancang di sini?
"Bibi Ketiga, dia adalah dokter yang aku undang, dia bisa menyembuhkan Kakek," ucap Li Ruonan sembari menarik napas dalam. Meski hatinya terasa pahit, ia tidak boleh membiarkan bibinya mengusir Yang Fan. Jika Yang Fan pergi karena marah, siapa yang akan menyelamatkan kakeknya?
"Li Ruonan, apakah otakmu bermasalah?" Li Jian mengerutkan kening. "Apa kau sudah ditipu, atau kau bersekongkol dengan orang lain untuk menguras uang keluarga Li?"
"Benar, apa mungkin bocah ini bisa menyembuhkan Tuan Besar?" Beberapa bibi lainnya ikut mencibir dengan dingin. "Memangnya kami semua sudah gila?"
Li Ruonan mengertakkan gigi. "Tapi dia bisa langsung melihat penyakit Kakek hanya dengan sekali pandang. Bahkan Kakek sendiri sudah mengakuinya!"
"Diam kau!"
Li Jian membentak, lalu menoleh ke arah Yang Fan. "Terlepas dari apakah bocah ini seorang dokter atau bukan, Tuan Besar tidak butuh pengobatannya. Memangnya keluarga Li tidak mampu membayar dokter yang lebih baik?"
"Bocah, kau dengar itu? Kalau kau masih punya harga diri, sebaiknya segera pergi sekarang. Kalau tidak, jangan salahkan kami jika melepaskan anjing untuk menggigitmu!"
Para bibi itu juga ikut-ikutan mengusir Yang Fan. Yang Fan tidak memedulikan mereka, melainkan bertanya kepada Li Ruonan: "Bagaimana keputusanmu?"
"Jika kau ingin aku mengobatinya, aku tidak akan pergi. Tapi kalau kau juga tidak menginginkannya, aku akan pergi sekarang juga."
Li Ruonan terdiam. Namun, para bibi keluarga Li menjadi marah: "Bocah, untuk apa kau bertanya padanya? Bukan dia yang berhak memutuskan di keluarga Li! Sekarang kami yang menyuruhmu pergi!"
Begitu kata-kata itu terlontar, Yang Fan membentak mereka: "Diam!"
"Kalau kalian masih berisik, aku akan menampar mulut kalian!"
Ditatap tajam oleh Yang Fan, para bibi itu seketika terdiam. Aura dingin yang memancar dari mata Yang Fan membuat mereka mau tidak mau merasa takut.
"Pikirkan baik-baik, jika aku tidak bertindak, tidak ada seorang pun yang bisa menyembuhkan kakekmu."
Li Ruonan menarik napas panjang, menatap Yang Fan dengan pandangan teguh, seolah telah mengambil keputusan besar. "Yang Fan, aku percaya padamu," ucapnya pelan, suaranya lemah namun penuh keyakinan. "Tolong obati kakekku, aku bersedia menanggung segala risikonya."
"Bagus, kau telah membuat pilihan yang bijak!" Yang Fan menyeringai, lalu melangkah menuju Tuan Besar.
Namun, Li Jian menghalangi jalan Yang Fan. "Berhenti! Kami tidak mengizinkanmu mengobatinya, dan kami tidak percaya padamu!" seru Li Jian dengan dingin.
Yang Fan tersenyum. "Kalian tidak percaya padaku, itu urusan kalian. Cukup Li Ruonan yang percaya padaku. Jadi, aku akan menyembuhkan kakeknya."
Yang Fan mendorong Li Jian ke samping. Li Jian sempat berniat melawan, namun di hadapan Yang Fan, ia merasa selemah bayi.
Tiba-tiba, dari luar pintu terdengar teriakan murka yang menggelegar seperti guntur di pekarangan rumah keluarga Li: "Berhenti! Siapa yang berani menyentuh Tuan Besar!"
Semua orang menoleh dan melihat seorang pria paruh baya berjubah abu-abu melangkah masuk dengan gagah. Matanya setajam elang, rambut hitamnya tertiup angin, dan tubuhnya memancarkan aura yang kuat.
Inilah pakar qigong yang diundang oleh Li Jian, yang dikenal sebagai "Master Qigong", Zhao Tian.
Begitu melangkah masuk, tatapan Zhao Tian langsung terkunci pada Yang Fan. Ia mengerutkan kening, rasa tidak senang terpancar dari matanya. Baginya, pemuda ini hanyalah orang asing yang tidak dikenal, namun berani sesumbar ingin mengobati Tuan Besar Li.
"Master Zhao Tian, akhirnya Anda datang!" Li Jian segera menjilat. "Dia ini adalah master qigong dari Kota Tianyang! Master Zhao Tian terkenal dengan ilmu qigong-nya, yang tidak hanya bisa membunuh, tetapi juga bisa menyelamatkan nyawa," ucap Li Jian dengan bangga, karena ia telah mengeluarkan banyak uang untuk mengundang Zhao Tian.
"Master Zhao Tian, tolong bantu saya satu hal, usir bocah ini dari kediaman keluarga Li!" tunjuk Li Jian kepada Yang Fan.
"Hm," jawab Zhao Tian acuh tak acuh. Ia menatap Yang Fan dan berkata: "Bocah, kau mau pergi sendiri, atau aku sendiri yang akan melemparmu keluar?"
Yang Fan menatap Zhao Tian dengan tatapan meremehkan, seolah ancaman itu hanyalah angin lalu. Ia tersenyum tipis, senyum yang penuh dengan rasa percaya diri dan ketenangan. Ia menepis jari Li Jian yang menunjuknya seolah itu hanyalah debu. Kemudian, ia menoleh ke arah Zhao Tian dengan tatapan yang tenang namun tak terduga.
"Master Qigong?" ucap Yang Fan datar, suaranya tidak keras namun penuh kekuatan. "Bagiku, yang disebut qigong hanyalah salah satu cara untuk menggunakan kekuatan batin manusia. Apa yang kau sebut sebagai cara membunuh atau menyelamatkan nyawa, hanyalah perbedaan dalam penerapan kekuatan itu saja."
Setelah ia bicara, raut wajah Zhao Tian berubah. Ia tidak menyangka seorang pemuda berani meremehkan ilmu qigong-nya. Ada kilatan amarah di matanya, namun lebih banyak rasa penasaran dan tidak mengerti. Ia ingin melihat, dari mana pemuda ini mendapatkan keberanian untuk bicara sombong.
"Sepertinya kau memang ingin aku yang bertindak!" Zhao Tian mendengus dingin. Ia menarik napas dalam-dalam, dan energi qigong-nya meledak keluar.
Gerakan Zhao Tian secepat kilat. Telapak tangannya membelah udara, meninggalkan bayangan saat menyerang Yang Fan. Seketika itu juga, seluruh ruangan seolah membeku, hanya suara desingan energi qigong Zhao Tian yang terdengar. Keluarga Li berseru kaget; mereka belum pernah melihat kekuatan qigong sedahsyat itu.
Namun, menghadapi serangan Zhao Tian, Yang Fan tetap tenang. Kilatan tajam muncul di matanya, tubuhnya sedikit bergeser, dan dengan mudah ia menghindari serangan tersebut. Ia mengulurkan tangan kanan, mencengkeram pergelangan tangan Zhao Tian dengan lembut, lalu dengan satu sentakan, ia melemparkan Zhao Tian ke udara.
Kejadian yang tiba-tiba ini membuat mulut Li Jian ternganga lebar.
Pakar qigong yang ia bayar mahal, ternyata langsung terlempar hanya dengan satu gerakan dari Yang Fan?
"Kau... kau adalah seorang petarung, petarung yang melampaui tingkat qigong!!"